Entri Populer

Senin, 26 April 2010

Fenomena Ujian Nasional

Fenomena Ujian Nasional

Fenomena hari ini sungguh mengejutkan, baik bagi civitas akademika di iimam syuhodo maupun para alumninya. Sunguh mencengangkan, 12 orang dari 39 siswa sma muh. Imam syuhodo belum lulus ujian nasional 2010. Dan selama beberapa tahun terakhir kejadian seperti ini selalu berulang pada tahun genap. Menurut sejarah, dahulu angkatan ke 6, tahun 2006 tidak lulus UN 1 orang. Tahun 2007, angkatan ke 7 menorehkan prestasi yang lumayan menggembirakan dengan angka kelulusan 100%, kemudian kejadian menyedihkan kembali terulang di tahun 2008, angkatan ke 8 ini tidak lulus 5 orang , keseluruhannya santriwati. Kemudian tahun 2009 kembali terjadi lonjakan , angkatan kesembilan ini kembali menorehkan prestasi dengan lulus 100%. Akan tetapi pada tahun ini, kembali peristiwa menyedihkan itu terjadi, 12 orang belum lulus ujian nasional tahap pertama. Walaupun masih ada ujian susulan, tetap saja harus menjadi perhatian serius bagi pengurus maupun seluruh warga Imam Syuhodo.

Hal ini perlu menjadi bahan instrospeksi diri, untuk kedepannya agar menjadi lebih baik.

Sebenarnya siapa yang berhak disalahkan?, asatidznya kah?, atau santrinya kah?, atau bahkan sistemnya?, Allahu a’lam..

silahkan bagaimana pendapat antum..

Senin, 12 April 2010

PASSING GRADE SNMPTN 2010

Passing Grade Universitas Indonesia

Berikut adalah Passing Grade Universitas Indonesia Jurusan IPA :
1. Pendidikan Dokter : 61.83 %
2. Ilmu Komputer : 53.17 %
3. Teknik Industri : 52.33 %
4. Teknik Elektro : 51.50 %
5. Farmasi : 48.67 %
6. Teknik Komputer : 45.83 %
7. Teknik Sipil : 44.83 %
8. Teknik Mesin : 44.00 %
9. Teknik Kimia / TGP : 42.00 %
10. Pendidikan Dokter Gigi : 42.00 %
11. Arsitektur : 42.00 %
12. Teknik Metalaurgi : 41.50 %
13. Sistem Informasi : 39.50 %
14. Teknik Lingkungan : 39.17 %
15. Ilmu Keperawatan : 39.00 %
16. Matematika : 36.50 %
17. Kesehatan Masyarakat : 36.00 %
18. Kimia : 33.33 %
19. Teknik Perkapalan : 33.33 %
20. Arsitektur Interior : 30.83 %
21. Teknologi Bioproses : 30.00 %
22. Biologi : 29.33 %
23. Ilmu Gizi : 29.33 %
24. Fisika : 28.33 %
25. Geografi : 25.00 %
Ketika kita memberikan kesempatan kepada diri kita untuk gagal, maka kita pada saat yang sama sudah memberikan kesempatan pada diri kita untuk menjadi unggul.

Passing Grade Universitas Diponegoro

Berikut adalah Passing Grade Undip Jurusan IPA
1. Pendidikan Dokter : 52.50 %
2. Teknik Kimia : 41.83 %
3. Teknik Elektro : 38.50 %
4. Teknik Industri : 38.50 %
5. Psikologi : 34.83 %
6. Ilmu Keperawatan : 34.67 %
7. Statistika : 34.33 %
8. Ilmu Komputer : 34.17 %
9. Arsitektur : 32.83 %
10. Ilmu Gizi : 32.50 %
11. Teknik Lingkungan : 31.83 %
12. Matematika : 31.17 %
13. Teknik Mesin : 30.83 %
14. Kesehatan Masyarakat : 30.33 %
15. Kimia : 29.83 %
16. Teknik Perancangan Wilayah & Kota : 29.17 %
17. Teknik Sipil : 29.00 %
18. Teknik Geodesi : 26.33 %
19. Teknik Perkapalan : 25.83 %
20. Teknik Geologi : 25.67 %
21. Biologi : 25.33 %
22. Oseanografi : 25.00 %
23. Ilmu Kelautan : 24.83 %
24. Fisika : 24.00 %
25. Teknologi Hasil Ternak : 22.83 %
26. Teknologi Hasil Perikanan : 22.67 %
27. Nutrisi dan Makanan Ternak : 22.50 %
28. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan : 22.00 %
29. Manajemen Sumberdaya Perairan : 21.67 %
30. Budidaya Perairan : 21.67 %
31. Sosial Ekonomi Peternakan : 20.50 %
32. Produksi Ternak : 20.33 %

Tindakan memang tidak selamanya membawa kesuksesan, tetapi tidak ada kesuksesan tanpa tindakan. Greg Phillips

Passing Grade Universitas Sebelas maret

Berikut adalah Passing Grade UNS Jurusan IPA
1. Pendidikan Dokter : 49.50 %
2. Teknik Kimia : 51.50 %
3. Pend. Matematika : 38.00 %
4. Teknik Industri : 37.50 %
5. Matematika : 35.17 %
6. Kimia : 33.17 %
7. Ilmu Komputer : 33.00 %
8. Pend. Kimia : 32.83 %
9. Perancangan Wilayah dan Kota : 32.00 %
10. Teknik Mesin : 31.17 %
11. Ilmu dan Teknologi Pangan : 31.00 %
12. Psikologi : 30.33 %
13. Pend. Fisika : 30.33 %
14. Pend. Biologi : 29.33 %
15. Arsitektur : 28.17 %
16. Biologi : 27.17 %
17. Agribisnis : 26.83 %
18. Teknik Sipil : 26.67 %
19. Agrteknologi : 25.50 %
20. Fisika : 24.00 %
21. Pend. Teknik Mesin : 23.67 %
22. Peternakan : 23.50 %
23. Pend. Teknik Bangunan : 21.50 %

Latihlah pikiranmu untuk memikirkan kemungkinan (peluang) dan sesuatu yang bisa dilakukan. Learning Quote


Pendaftaran Masuk Undip melalui jalur SNMPTN

E-mail Print PDF
snmptnSemarang, undip.ac.id. Universitas Diponegoro akan membuka jalur penerimaan melalui Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Pendaftaran dimulai Tanggal 2 Mei 2010 pukul 08.00 WIB dan berakhir tanggal 31 Mei 2010 pukul 16.00 WIB.
Bagi lulusan Ujian Nasional Ulangan tahun 2010, pendaftaran online dilaksanakan mulai tanggal 10 Juni 2010 pukul 08.00 WIB dan berakhir tanggal 12 Juni 2010 pukul 16.00 WIB.
Bagi lulusan tahun 2008 dan 2009 dianjurkan mendaftar tanggal 2 – 12 Mei 2010.
Berikut kami sampaikan daftar program studi dan peminat tiap jurusan di Undip (IPA dan IPS) tahun 2009:
IPA
Kode Program Studi Daya Tampung Peminat Tahun Lalu
431013 Ilmu Kesehatan Masyarakat * 30 575
431021 Pend. Dokter * 50 1935
431035 Ilmu Keperawatan* 20 749
431043 Ilmu Gizi* 30 702
431051 Matematika 30 127
431065 Biologi * 30 101
431073 Kimia* 20 125
431081 Fisika 20 89
431095 Statistika 30 269
431102 Ilmu Komputer 25 594
431116 Manajemen Sumberdaya Perairan * 60 115
431124 Budidaya Perairan * 60 92
431132 Pemanfaatan SD Perikanan 60 60
431146 Ilmu Kelautan * 60 67
431154 Oceanografi * 60 120
431162 Teknologi Hasil Perikanan * 60 216
431176 Teknik Sipil 50 613
431184 Teknik Arsitektur* 30 459
431192 Teknik Mesin 30 408
431205 Teknik Kimia 40 440
431213 Teknik Elektro 25 398
431221 Teknik Perencanaan Wilayah & Kota * 25 432
431235 Teknik Industri 20 424
431243 Teknik Lingkungan * 25 304
431251 Teknik Perkapalan 23 133
431265 Teknik Geologi * 18 301
431273 Teknik Geodesi * 18 168
431281 Sistem Komputer * 15 588
431295 Peternakan * 85 371
IPS
Kode Program Studi Daya Tampung Peminat Tahun Lalu
432015 Bahasa & Sastra Indonesia 45 157
432023 Bahasa & Sastra Inggris 40 462
432031 Sejarah Indonesia 50 80
432045 Ilmu Perpustakaan 50 252
432053 Ilmu Hukum 75 1025
432061 Manajemen 45 1018
432075 Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan 35 458
432083 Akuntansi 45 1272
432091 Ilmu Adm. Publik (Adm. Negara) 35 838
432104 Ilmu Adm. Bisnis (Adm. Niaga) 35 577
432112 Pemerintahan 35 383
432126 Komunikasi 35 1014
432134 Psikologi 20 683
432142 Sastra Jepang 25 -
Keterangan :
* Program Studi yang mensyaratkan tidak buta warna
@ Program Studi yang mengadakan Ujian Keterampilan
Sumber Resmi : SNMPTN
http://undip.ac.id/index.php/pendaftaran-masuk-undip-melalui-jalur-snmptn.html

Selasa, 16 Maret 2010

Fiqh Ghazawat (Strategi Perang)

Fiqh Ghazawat (Strategi Perang)

11/1/2010 | 24 Muharram 1431 H | Hits: 1.651
Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah
Kirim Print

dakwatuna.com - Tanpa kita sadari “As-Shira’ bainal haq wal bathil”, pertarungan antara al-Hak dan batil terus berlangsung di tengah-tengah kehidupan kita. Persoalannya yang penting bagi kita adalah, sejauh mana kita berada dalam barisan yang hak dan memenangkan pertarungan melawan yang batil tersebut. Untuk memenangkan pertarungan ikhwah fillah, kita perlu menata dan memenej dengan baik “al-haq” yang kita perjuangkan, sebab tanpa itu semua kita akan mudah digilas dan dikalahkan dengan manuver-manuver kebatilan yang ditata dan dimenej dengan baik, sebagaimana kata Imam Ali RA : “Al-Haqqu bilaa nizhaamin yaghlibuhul Bathil binizhaamin”.

Al-Haq dalam pengertian yang luas bila terus diperkuat dan dikembangkan, akan mampu menggeser kebatilan di segala bidang. Untuk memperkuat dan mengembangkan al-Haq agar semakin eksis dan aplikatif dalam kehidupan ini tentunya memerlukan sarana. Sarana itu adalah “dakwah” itu sendiri. Oleh karena itu dakwah harus selalu dipahami dalam konteknya sebagai refresentasi Al-Haq yang bertarung melawan kebatilan. Sehingga berdakwah dalam arti luas sesungguhnya dapat juga diartikan dengan berperang. Berperang merebut pengaruh dan dukungan, berperang untuk menguasai sektor-sektor kebijakan publik yang nantinya diharapkan mengkapitalisasi potensi dan kekuatan dakwah di segala bidang, serta memperbanyak program-program kebaikan (Amar Ma’ruf) di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan meminimalisasi program-program kemunkaran (Nahi Munkar) yang berpotensi merusak tatanan nilai kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, orientasi dakwah tidak cukup hanya memasyarakat (Mihwar Sya’by), tetapi orientasi dakwah juga harus menegara (Mihwar daulah). Untuk itu diperlukan “strategic of war”, strategi perang untuk memenangkan dakwah ini. Bila kita renungkan Ikhwah Fillah!, Rasulullah SAW sebelum terjun melewati peperangan yang sesungguhnya telah mengawali aksi dakwahnya dengan pendekatan strategi perang. Perang untuk menguasai individu-individu yang penting dan potensial bagi kapitalisasi dakwah ke depan. Misalnya Pola rekrutmen yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam dakwahnya adalah pola pendekatan yang segmentatif, dari kalangan segmen wanita Rasulullah berhasil merekrut isterinya Khadijah RA, dari kalangan pria dewasa khususnya saudagar beliau berhasil merekrut Abu Bakar RA, dari kalangan kaum dhuafa dan hamba sahaya berhasil direkrut Zaid bin HAritsah dan dari kalangan anak-anak dan remaja Ali bin Abi Thalib RA. Masing-masing segmen kemudian menjadi bertambah panjang rangkaian gerbong dan penumpangnya, karena proses dakwah dan rekrutmen terus berjalan pada masing-masing segmen tersebut.

Dalam kontek jihad siyasi menuju mihwar daulah sekarang ini, juga amat penting bagi kita untuk merekonstruksi strategi perang yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, artinya harus ada dari kita ikhwah fillah, yang memfokuskan dakwahnya untuk segmen dan kalangan tertentu, harus ada di antara kita yang berdakwah di kalangan pengusaha, birokrat, pelajar, dosen, mahasiswa, buruh, petani, pedagang dan sya’biyah ‘aammah. Semakin banyak segmen yang dapat direkrut dan dikelola, maka akan semakin banyak simpul massa yang bisa di raih untuk meningkatkan potensi dan dukungan bagi dakwah ini.

Dalam strategi perang yang terpenting adalah menguasai sumber-sumber kekuatan, yang dapat menambah kekuatan kita dan mengurangi kekuatan lawan. Oleh karena itu Habab bin Mundzir RA penasehat militer Rasulullah SAW mengusulkan agar pasukan kaum muslimin dalam perang Badar segera mendekat ke sumber air sebelum pasukan Quraisy mengambil posisi tersebut. Dalam konteks jihad siyasi kita sekarang ini juga di perlukan penguasaan sumber, di antara sumber yang penting untuk dikuasai adalah media dan sarana informasi lainnya, juga sumber-sumber yang dapat mendatangkan pengaruh, seperti public figure, simpul massa dan vote getter. Semakin banyak hal itu dikuasai, semakin banyak sumber-sumber kekuatan yang dapat membantu kelancaran dakwah, dan semakin membuat dakwah memiliki kekuatan untuk memuluskan jalan al-Haq dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Fiqhul ghazawat, tidak hanya terkait dengan kecamuk nya perang, tetapi juga terkait dengan kepiawaian diplomasi dan memperlihatkan Performa di mata lawan, oleh sebab itu Rasulullah SAW membawa serta 80 kaum Musyrikin Bani Khuza’ah lengkap dengan hewan-hewan kurban yang akan disembelih, ketika beliau dan kaum Muslimin menuju Mekah untuk melakukan umrah. Peristiwa inilah yang mengantarkan kaum Muslimin kepada perjanjian Hudaibiyah yang kemudian membuat dakwah semakin leluasa dan bebas bergerak. Diplomasi dan Performa damai yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW menegaskan kepada elit pimpinan Quraisy bahwa Islam datang dengan misi social charity untuk kemanusiaan. Sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak kedatangan Nabi dan kaum Muslimin. Nah, misi itu pulalah yang juga harus ditonjolkan oleh dakwah ini, bagaimana meyakinkan para pemimpin baik di tingkat nasional maupun internasional untuk tidak mencurigai dakwah ini dan tidak ada alas an bagi mereka untuk menentang dan menolaknya. Untuk itu ikhwah fillah, kita harus banyak melakukan pendekatan, kalau perlu mengundang mereka untuk hadir pada even-even besar yang diselenggarakan. Mengundang tokoh nasional khususnya kalangan tokoh partai Nasionalis-Sekuler, bahkan tokoh internasional baik kalangan Muslim dan non muslimnya akan sangat membantu menumbuhkan kesan pergaulan nasional dan internasional yang baik dan imej inklusif tas dakwah ini,

Di situlah kesempatan besar untuk memperkenalkan kepada mereka, sebatas yang diperlukan, apa dakwah ini, apa misi besarnya, dan bagaimana pandangan dakwah dalam membangun solusi dari problematika yang dihadapi dunia dewasa ini. Bila mereka mengenali dakwah dengan baik maka insya Allah mereka tidak akan mudah begitu saja memusuhi dakwah. “Al- Insaanu ‘aduwwun bimaa jahula”, manusia cenderung memusuhi sesuatu yang tidak diketahuinya”. Demikian kata Imam Ghazali rahimahullah.

Strategi menampakkan kekuatan di mata lawan juga sangat penting kaitannya dengan strategi perang, oleh sebab itu pasca perjanjian Hudaibiyah Rasulullah SAW mengirim ekspedisi ke Mu’tah wilayah koloni Romawi, di satu sisi memanfaatkan gencatan senjata dan perdamaian untuk memperluas pengaruh dakwah, di sisi lain untuk show of force kepada kabilah-kabilah Arab, bahwa kekuatan kaum Muslimin tidak dapat diremehkan begitu saja, tidak pernah sejarahnya bangsa Arab berperang dengan Romawi, tetapi Rasulullah SAW bersama kaum Muslimin telah memulainya, beliau melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh bangsa Arab sebelumnya, hal ini semakin menunjukkan imej kekuatan umat Islam di kalangan bangsa Arab, khususnya kaum kafir Quraisy.

Nu’man bin Muqarrin RA, panglima perang kaum Muslimin ketika berperang melawan Persia di Nahawand, dengan jumlah pasukan yang jauh tidak seimbang, di mana pasukan kaum Muslimin jauh lebih sedikit ketimbang jumlah pasukan Persia. Num’an bin Muqarrin dengan kecerdasan intelegensianya segera memberikan komando serentak kepada pasukan, pada saat musuh telah tampak dari kajauhan, strategi agar kaum Muslimin kelihatan banyak dan bermilitansi tinggi, maka dibuatlah komando serentak melalui aba-aba takbir serentak secara berbarengan. Takbir pertama, seluruh pasukan kaum Muslimin bersiap-siap di samping kendaraan tunggangannya, takbir kedua mereka serempak menurunkan peralatan dan perlengkapan tenda nya, takbir ketiga mereka serentak mendirikan kemahnya dalam waktu yang sangat cepat. Hal ini menimbulkan ketakutan di kalangan pasukan Persia, setiap mereka mendengarkan gemuruh takbir membahana di tengah pasukan kaum Muslimin.

Demikianlah ikhwah fillah, pentingnya membangun image sebagai sebuah strategi memenangkan pertarungan, strategi membangun image ini tidak hanya dibutuhkan pada konteks jihad askary, tetapi juga jihad siyasi. Intinya adalah bagaimana kita dapat bermain cantik, smooth dan efektif dalam memenangkan pertarungan antara al-haq dan al-bathil, sebagaimana pesan salah seorang ashabul Kahfi :

“Dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorang pun.”(QS. Al-Kahfi ; 19) Wallahu A’lamu Bisshawab


bagi anda yang ingin mengirimkan artikel, silahkan kirim ke ninthgeneration@ymail.com.

Launching Blog Ninth Generation...

New....

eN-Ge's Blog...